Perbandingan Sifat Fisika Plastik Biodegradabel dari Limbah Plastik Polipropilena dan Pati Tandan Kosong Kelapa Sawit yang Dicampur dengan Alat Ekstruder dan Alat Rheomix

Elda Pelita, Tengku Rachmi Hidayani, Gusfiyesi Gusfiyesi

Abstract


Pembuatan plastik biodegradabel dapat dihasilkan dari pencampuran limbah plastik sintesis dengan polimer alam. Pada penelitian ini, dilakukan pembuatan plastik biodegradabel dari limbah plastik polipropilena dan pati dari tandan kosong kelapa sawit. Limbah polipropilena yang digunakan dimodifikasi dengan agen pengikat silang maleat anhidrida sebanyak 1% dengan bantuan inisiator benzoil peroksida sebanyak 1%. Metode pencampuran bahan dilakuakan dengan dua metode yang berbeda yaitu metode ekstruder dan metode rheomix dengan variasi bahan yang ditambahkan dengan perbandingan tertentu yaitu PP-g-MA:Pati (60:40). Dilihat dari hasil analisa terhadap sifat mekanik, sifat termal dan sifat morfologinya, plastik biodegradabel dengan metode ekstruder dan metode rheomix memiliki sifat fisika yang tidak jauh berbeda yaitu nilai kekuatan tarik metode ekstruder 18,278 N/m2 , kekuatan tarik metode rheomix 18,953 N/m2, nilai kemuluran dengan metode ekstruder adalah 2,93% sedangkan dengan metode rheomix adalah 2,87 %. Sifat termalnya dapat dilihat dari titik lebur metode ekstruder pada suhu 152,5oC dan dengan metode rheomix pada suhu 153,3oC, titik terdekomposisi dengan metode ekstruder pada suhu 495,11oC dan dengan metode rheomix pada suhu 496,25oC, residu karbon pada uji TGA metode ekstruder 4,21% dan pada metode rheomix yaitu 3,45%. Dari analisa sifat morfologi dapat dilihat pada uji SEM dimana plastik biodegradabel yang dibuat dengan metode rheomix memiliki campuran yang sama rata dengan metode ekstruder, namun pembiayaan alat rheomix jauh lebih tinggi dibandingkan dengan alat ekstruder.

Kata kunci:   plastik biodegradabel, pati, polipropilena, ekstruder, rheomix


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats