Pengaruh Pemurnian Lemak Fleshing dari Kulit Kambing terhadap Pembuatan Sabun Mandi

Sri Sutyasmi

Abstract


Limbah Fleshing pada Industri Penyamakan kulit berkisar antara 70-230 kg per ton kulit yang diproses. Limbah padat ini berupa koyor (daging dan lemak). Daging bisa digunakan untuk pakan ternak sedangkan lemaknya bisa digunakan untuk fatliquoring ataupun sabun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemurnian lemak fleshing terhadap pembuatan sabun mandi. Lemak fleshing yang banyaknya antara 22-33% dari limbah fleshing ini perlu dimurnikan agar tidak berbau dalam pembuatan sabun. Lemak fleshing dicuci bersih (dengan air mengalir sampai kotoran hilang). Selanjutnya diteruskan dengan deliming (penghilangan kapur), kemudian lemak dipisahkan dengan cara pemanasan selama 15 menit, dinginkan dan seteleh mengental lemak diambil dan dimurnikan dengan cara: 100 gram lemak dicairkan dengan suhu 65 -900C ditambah H2O2 absolut sebanyak 1 ml., larutan asam nitrat 2% dengan variasi 20%; 25% dan 30%. Tambahkan asam sulfat sebanyak 15 ml dengan variasi konsentrasi 15%, 20% dan 25%, panaskan 5 – 10 menit. Cuci dengan larutan NaCL 10%, dengan 3 kali pengulangan. Netralkan dengan NaOH 1 N sampai pH 7 -8. Selanjutnya didinginkan. Dan lemak dibuat sabun dengan menambahkan NaOH dan lain-lain sampai menjadi sabun. Hasil uji lemak fleshing setelah dimurnikan terlihat lebih tinngi atau lebih baik.

Kata Kunci:  fleshing, lemak, limbah padat, kulit, sabun


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats