Hidrolisa Sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Shaving Industri Penyamakan Kulit

Sri Sutyasmi

Abstract


Limbah shaving dihasilkan oleh industri Penyamakan kulit yang berupa serutan kulit tersamak yang mengandung krom. Limbah padat ini mempunyai volume yang sangat besar, sekitar 99 -100 kg setiap ton kulit garaman yang diproses, limbah ini sangat ringan dan tidak mudah terdegradasi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menangani masalah limbah shaving dari industri penyamakan kulit yang banyak mengandung krom dan pemanfaatan dari hasil hidrolisa limbah shaving tersebut. Penanganan limbah shaving yang paling tepat dan sederhana serta bisa dimanfaatkan adalah dengan hidrolisa menggunakan alkali (NaOH) dengan variasi NaOH 1,5%, 2,5% dan 3,5%. Perbandingan alkali dan limbah shaving untuk hidrolisa adalah 5 : 1. Hasil hidrolisa dipisahkan antara protein kolagen dan krom dengan cara penyaringan. Limbah shaving sebelum dihidrolisa diuji kadar air, kadar protein dan kadar krom. Sedangkan protein kolagen diuji viscositas, kadar protein dan kadar krom. Protein kolagen bisa dimanfaatkan untuk industri yang menggunakan protein kolagen sedangkan krom bisa dimanfaatkan untuk penyamakan kulit dengan direcovery terlebih dahulu.

Kata kunci:      hidrolisa, penanganan, limbah padat, recovery krom, shaving


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats