PENERAPAN SISTEM SUPPLY CHAINBAHAN BAKU RESIPRENE 35 UNTUK MENGATASI FLUKTUASI HARGA KARET ALAMPADA PT. INDUSTRI KARET NUSANTARA

Mindya Eral, Suprianto Suprianto, Khairun Nasuha

Abstract


Supply chain merupakan rangkaian hubungan antar perusahaan yang melaksanan penyaluran pasokan barang dari tempat asal sampai ke pembeli. Kegiatan   proses produksi dalam perusahaan tergantung kepada supply chain terutama dalam hal pengadaan bahan baku. PT. Industri Karet Nusantara merupakan perusahaan yang bergerak dibidang hilirisasi karet alam dengan menghasilkan Resiprene 35 melalui Pabrik Resiprene. Bahan baku diperoleh dari Pabrik Karet Gunung Para milik PT. Perkebunan Nusantara III yang berupa SIR – 10. Pengadaan bahan baku langsung dilakukan ke Pabrik Gunung Para yang merupakan supplier. Karet alam sebagai komoditi strategis berorientasi pada pasar ekspor menjadikan harga karet alam dipengaruhi dan ditentukan oleh harga luar negeri sehingga mengakibatkan kecendrungan harga yang berfluktuasi. Pengadaan SIR – 10 dari PT. Perkebunan Nusantara III juga mengikuti pasar luar negeri sehingga adanya fluktuasi harga. Hal ini dapat mempengaruhi proses bisnis PT. Industri Karet Nusantara. Penerapan sistem supply chain yang tepat diperlukan, adapun proses penerapan sistem supply chain dibagi menjadi 3 proses inti yaitu plan, source, make dan juga diikuti strategi efisiensi, dengan meminimalkan ongkos-ongkos fisik disepanjang supply chain. Penerapan sistem supply chain pengadaan bahan baku Resiprene 35 dapat meminimalisir nilai persediaan bahan baku yang tinggi pada saat harga berfluktuasi tinggi dan memperkirakan kuantiti stok bahan baku agar tidak mempengaruhi kapasitas produksi.

Kata Kunci : Supply Chain, Fluktuasi Harga, Supplier, Resiprene 35


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats